Guna menangkal vabah covid-19 masuk ke lingkungan madrasah, perwakilan ekskul UKS PMR MAN Kotabaru bersama Kepala Tata Usaha dan Bendahara meracik Hand Sanitizer sendiri.

“Untuk melakukan pencegahan penyebaran covid-19, kami mencoba meracik sendiri hand sanitizer dan cairan disinfektan,” ungkap Pembina Ekskul UKS PMR Nida Hayati, M.Pd saat dihubungi Selasa (31/03).

Nida menjelaskan, cukup mudah untuk meraciknya. Menurutnya bahan yang diperlukan adalah alkohol, pemutih pakaian, karbol, air, dan cairan aroma aloe vera.

“Untuk hand sanitizer cukup dengan racikan alkohol dan diberi cairan aloe vera. Sementara untuk disinfektannya takaran yang digunakan karbol sebanyak tiga tutup untuk satu liter air ditambah dengan pemutih pakaian sebanyak empat tutup botol per satu liternya,” jelas tenaga pendidik mapel Biologi MAN Kotabaru ini.

Dari bahan di atas, akhirnya didapatkan disinfektan lima botol dan satu botol hand sanitizer.

Nida menambahkan, nantinya pada saat kegiatan belajar mengajar kembali diadakan di madrasah, kita cegah dulu penyebaran virus ini dengan melakukan penyemprotan lingkungan madrasah.

“Untuk hand sanitizer sendiri nantinya difungsikan bagi tenaga pendidik sebelum dan sesudah melakukan absensi finger print,” jelasnya.

Sementara itu, bagi peserta didik, sambung Nida, pihak madrasah juga telah menyiapkan hand sanitizer dan sabun cuci tangan.

“Masing-masing kelas sudah diberikan label di tiap botolnya. Hal ini agar tidak saling tertukar,” paparnya.

Semakin masifnya penyebaran virus ini, wanita berkacamata ini mengimbau kepada seluruh peserta didik untuk lebih rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Baik itu sebelum makan dan sesudah makan. Pun sebelum dan sesudah dari toilet serta saat sebelum dan sesudah melakukan aktifitas.

“Kita mengharapkan agar masing-masing tidak menularkan satu sama yg lain,” harapnya.

Sekadar informasi, pemerintah memperbarui data kasus positif virus Corona di wilayah RI hingga hari ini, ada 1.528 kasus Corona yang terkonfirmasi positif. Ada penambahan 114 kasus Corona dari data sebelumnya dan sebanyak 122 orang meninggal dunia dan 75 pasien sembuh.

Penulis : Irfan Abdurrahmat
Foto : Nida Hayati

Categories: BeritaPMR/UKS